Selasa, 03 Januari 2012

pengukuran kadar fospor & kalsium pada rumput gajah

PENDAHULUAN Latar Belakang Fosfor terdapat dalam empat atau lebih bentuk alotropik: putih (atau kuning), merah, dan hitam (atau ungu). Fosfor biasa merupakan benda putih seperti lilin. Bentuknya yang murni tidak memiliki warna dan transparan. Fosfor putih memiliki dua modifikasi: alfa dan beta dengan suhu transisi pada -3,8 derajat Celcius. Ia tidak terlarut dalam air, tetapi melarut dalam karbon disulfida. Ia dapat terbakar dengan mudah di udara dan membentuk pentaoksida. Kalsium adalah mineral yang amat penting bagi ternak, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan pergerakan otot. Berikut beberapa manfaat kalsium bagi ternak: • Mengaktifkan saraf • Melancarkan peredaran darah • Melenturkan otot • Menyeimbangkan tingkat keasaman darah • Menjaga keseimbangan cairan tubuh. Hampir semua kalsium didapatkan dalam tulang atau kerangka dan gigi. Pool kalsium ini merupakan 2% dan bobot badan. Dalam darah, kalsium didapatkan terutama dalam plasma, dimana secara homeostasis dikontrol agar kandungannya stabil pada ± 10 mg/100 ml. Seperti halnya pada kalsium, fospor dapat diekskresikan kembali kedalam saluran pencernaan setelah dicerna, dan terdapat dalam feses sebagai fospor endogen di feses. P endogen ini didalam feses ini tentu saja tercampur dengan P entogen yang hanya dapat dipisahkan dengan teknik radioisotop. Absorpsi P tidak tergantung kepada bentuk senyawa P yang dimakan, tetapi kepada kelarutannya apabila kontak dengan villi usus halus. Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui kadar kalsium dan posfor yang terdapat pada rumput. TINJAUAN PUSTAKA Dewasa ini banyak preparat mineral (ataupun lain-lainnya) terdapat dipasaran. Baik atau tidaknya preparat terseebut tergantung pada dapat atau tidaknya preparat itu memenuhi kebutuhan unsur yang mungkin kurang terdapat dalam ransum peternak, tanpa menyebabkan suatu pengaruh yang tidak diinginkan (Parakkasi. 1986). Beberapa jenis mineral yang esensial untuk iklim mungkin sama dengan untuk jenis ternak, yaitu Ca, P, Mg, K, Ma, Cl, S, Cu, Ca, M, Se, Fe, I, Zn, Mn, dan mungkin F atau beberapa unsur lainnya. Akan tetapi, banyak beberapa diantaranya yang telah di pelajari khusus untuk ekuin (antara lain Ca, P, Mg, dan NaCl ) (Anggorodi, 1986). Posfor yang berasal dari tanaman tidak dapat diserap semuanya oleh ternak, karena terikat dalam asam phytat. Karena terdapat perbedaan daya serap maka berikut angka-angka penyerapan phytin pospor pada beberapa hewan: 1. ayam muda, 0-10% terserap 2. ayam petelur, 50% terserap 3. babi muda, 10-20% terserap 4. babi dewasa 40% terserap 5. sapi, 60% terserap (Prawirokusumo, 1994). Mineral yang dibutuhkan oleh ternak yang dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu mineral makro mineral mikro. Yang termasuk mineral makro adalah kalsium (Ca), Fospor (P), magnesium (Mg), Natrium (Na), Kalium (K), Chlor (Cr), dan sulfur (S). sedangkan mineral mikro adalah Besi (Fe), tembaga (Cu), iodium (I), Kobalt (Co), seng (Zn), Mangan (Mn), Selinium (Se), Flor (Fe) dan molebdenum (Mo) (Urip, 1987). Agar Ca dapat diabsorpsi ia harus dalam keadaan setengah larut apabila menempel pada villi dari usus halus. Dengan demikian absorsi dipengaruhi oleh faktor-faktor yang menyebabkan Ca dapat larut. Beberapa factor makanan telah dilaporkan dapat menurunkan atau menaikkan absopsi kalsium. Baik phitat maupun oksalat dapat mengurangi absobsi dengan jalan bersenyawa Ca didalam saluran usus membentuk garam yang tidak larut, sehingga dikeluarkan melalui feses (Tllan, 1984). Secara umum mineral berfungsi sebagai bahan pembentuk tulang dan gigi yang membuat adanya jaringan yang keras dan kuat, mempertahankan keadaan koloidal dari beberapa senyawa dalam tubuh, memelihara keseimbangan asam dan basa dalam urat daging, mempertahankan keasaman yang tepat getah pencernaan, mencegah kekejangan, dan ada hubungannya dengan fungsi vitamin tertentu dalam pembentukan tulang (Santoso, 1987). Perbandingan kalsium dan Fospor dari (1:1) – (2:1) biasa direkomendasikan rasio sempit, sebenarnya tidak dikehendaki perbandingan yang sempit atau kritis bila dikonsumsi marginal atau tidak cukup. Umumnya ruminansia lebih tahan terhadap Ca : P yang luas dibanding dengan monogastrik. Tetapi Ca : P yang terlampau lebar akan menurunkan penampilan dari hewan yang sedang tumbuh, yang menyebabkan penampilan menurun tersebut sangat bervariasi yakni dari ( 4:1 ) – ( 8:1 ), kalau rasio tersebut 1:1 dan 7:1 tingkat konsumsi pertumbuhan dan efisiensi penggunaan makanan tidak nyata dipengaruhi, tetapi diatas dan diantara kedua rasio tersebut, akan segera menurunkan pertumbuhan dan tingkat konsumsi (Prawirokusumo, 1994). Kebutuhan posfor harus dipenuhi lebih dahulu kemudian kalsium, perbandingan jangan lebih dari 1,75:1 (jumlah kalsium : fosfor yang dapat dipakai oleh ternak). Sebenarnya kedua elemen sama pentingnya, akan tetapi posfor relative lebih mahal dibanding dengan kalsium. Oleh karena itu usakanlah agar posfor jangan sampai terbuang atau pengguaannya kurang efisien (Parakkasi. 1986). BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat Bahan Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah dedak, aquadest, NaOH, indikator Calcon, EDTA, latutan standar Posfor, H2O, dan HNO3. Alat Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pipet, beaker glass, timbangan analitik, labu ukur, dan tabung reaksi. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 7 Desember 2009 dimulai pada pukul 12.25 WITA sampai selesai. Bertempat di Laboratorium Ilmu Nutrisi Ternak Program Studi Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Prosedur kerja Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut: A. Penetapan Kadar Kalsium Pipet filtrate sebanyak 1 ml masukkan dalam beaker 100 ml,kemudiaan tammbahkan 25 ml aquades, 4-5 tetes NaOH 4 N dan 4-5 tetes indicator Calcon. Setelah selesai membuat larutan, titrasi larutan dengan memakai standar larutan EDTA 0,01 N hingga warna menjadi biru laut dan buat blanko. B. Penetapan Kadar Posfor Pipet 1 ml larutan standar posfor dari masing-masing pengenceran. Masukkan dalam masing-masing tabung 9 ml campuran H2O dengan HNO3 Vanado Molybdat (7:2). Campur dan tunggu setengah jam.Baca % T pada spectronik dengan panjang gelombang 470, gunakan aquadest sebagai pembanding.Ubah % T menjadi absorbansi (A). Buat curve hubungan A dan C (konsentrasi). Pipet 1 ml filtrate dari kadar abu, hingga pada pembacaan atau pengenceran antara 0,5-5 ppm (C). Perlakukan seperti pada pembuatan curve standart. Carilah kadar terakhir larutan yang dicari (C) dengan membandingkan curve standart. HASIL DANPEMBAHASAN Hasil Hasil dari praktikum yang telah dilaksanakan, maka diperoleh data sebagai berikut: Tabel 1. Data hasil penetapan kadar kalsium. Sampel Filtrat (ml) N EDTA Fp Kadar Kalsium Dedak 1 0,01 0,5 10,02 % Perhitungan: Kadar kalsium = (x-y) x N EDTA x 20,04 fb x 100% Mg gram sampel = 1 x 0,01 x 20,04 x 0,5 x 100% 1 = 10,02% Data kadar posfor = % T dengan panjang gelombang 470 adalah 0,155. Pembahasan Kalsium adalah yang paling banyak didapatkan dalam tubuh. Dibutuhkan dalam pembentukan tulang, perkembangan gigi, produksi air susu, transmisi impuls saraf, pemeliharaan eksitabilitas urat daging yang normal (bersama-sama dengan K dan Na), regulasi denyut jantung, gerakan-gerakan urat daging, pembekuan darah (konversi protrombin menjadi trombin), dan mengaktifkan serta menstabilkan beberapa enzim (misalnya amilase pankreas). Bila kadar Ca meningkat, maka kalsitonin akan dibentuk dan produksi dan produksi hormone paratiroid dihambat, dan dengan dengan demikian penyerapan Ca dan resopsi tulang akan diperhambat. Hubungan antar hormon paratiroid, tirokalsitinin dan 1,25-dihidro cholecalceferol adalah mempertahankan Ca dalam plasma sekerat mungkin (kisran variasinya sesempit mungkin). Dengan demiokian kadar Ca dalam plasma kurang begitu baik digunakan untuk mengukur status Ca hewan. Pada sapi perah sebagai pembanding kondisi yang berbeda, yang produksi susunya tinggi, kadar Ca dalam plasma bisa menurun 1-2 mg/100ml, dalam kondisi demikian, milk fever dapat terjadi, yaitu bila kadar Ca plasma menurun dibawah 5 mg/100 ml. kalsium diekskresi terutama melalui feses, hanya sedikit melalui urin. Hal ini disebabkan karena ginjal sangat efektif dalam melakukan proses penyerapan kembali kalsium tersebut. Posfor ialah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens (pendaran yang terjadi walaupun sumber pengeksitasinya telah disingkirkan). Fosfor berupa berbagai jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka seperti zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau perak, dan zink silikat (Zn2SiO4)yang dicampur dengan mangan. Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu fluoresen, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark). Posfor merupakan mineral yang sangat penting perannya secara biokimia dan fisologisnya. Fosfor dideposit dalam tulang dalam bentuk kalsium hgidroksi appetite {Ca10(PO4)6(OH)2}. Posfor dapat merupakan komponen dari fosflipid yang mempengaruhi permeabilitas sel, juga dapat merupakan kompponen dari myelin pembungkus urat saraf, banyak transfer energi sel melibatkan ikatan pasfat yang kaya energi dalam ATP, fosfor memegang peran penting dalam sistem buffer dari darah, mengaktifkan beberapa vitamin B untuk membentuk koenzim yang dibutuhkan dalam proses fosforilasi awal, fosfor juga merupakan bagian dari materi genetic DNA dan RNA. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Posfor yang berasal dari tanaman tidak dapat diserap semuanya oleh ternak, karena terikat dalam asam phytat 2. Perbandingan kalsium dan Fospor dari (2:1). 3. Dalam keadaan kadar kalsium dan fosfor rendah tindakan utama yang harus diperhatikan adalah fosfor harus lebih tinggi dan perbandingannya sesempit mungkin. 4. Kalsium dibutuhkan dalam pembentukan tulang, perkembangan gigi, produksi air susu, transmisi impuls saraf, pemeliharaan eksitabilitas urat daging yang normal, regulasi denyut jantung, gerakan-gerakan urat daging, pembekuan darah, dan mengaktifkan serta menstabilkan beberapa enzim. 5. Posfor ialah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens 6. Posfor merupakan mineral yang sangat penting perannya secara biokimia dan fisologisnya. 7. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan kadar kalsium pada dedak adalah sebesar 10,02%. 8. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan kadar posfor pada dedak adalah sebesar 0.155%. Saran Agar diperoleh hasil seperti yang diinginkan, maka dibutuhkan ketelitian, karena kesalahan seperti itu bisa mengakibatkan kekeliruan yang fatal. Oleh karena itu, ketelitian dan kecermatan sangat di perlukan dalam hal ini. Alangkah baiknya sebelum melakukan percobaan, periksalah terlebih dahulu kelengkapan alat-alat yang akan digunakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar