Selasa, 05 Juni 2012

BAHAN PAKAN DAN FORMOLASI RANSUM


PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Ilmu makanan adalah suatu ilmu yang berhubungan  dengan makanan dan zat-zat makanan yang terkandung didalamnya terhadap kesehatan manusi dan hewan.  Ilmu makanan meliputi pengetahuan yang luas dan merupakan ilmu pengetahuan yang tidak saja terbatas pada pengetahuan tentang bahan-bahan makanan, zat-zat yang terkandung didalamnya dan suka tidaknya hewan itu memakannya, melainkan juga meliputi atau berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan lainnya  ( Anggorodi,1979).
            Umumnya bahan makanan ternak sebagian terduri dari bahan-bahan makanan yang berasal dari tanam-tanaman, sisa-sisa hasil ikutan dari berbagai pabrik dan perusahaan-perusahaan.  Zat-zat makanan yang ada didalam bahan makanan terutama didalam tubuh hewan diubah menjadi daging, susu, wol, energi dan lainnya   ( Anggorodi,1979).
            Meskipun banyak dari pengetahuan saat ini diperoleh langsung dari masalah-masalah makanan dan kesehatan hewan namun penemuan-penemuan penting lebih banyak berasal dari pengetahuan-pengetahuan dasar dari bekerjanya alat-alat tubuh hewan, termasuk pula perubahan-perubahan faalnya dan kimia faalnya dan pengaruh-pengaruh daripada macam makanan( Anggorodi,1979).
            Ditilik dari sudut Ilmu Peternakan Khusus, maka ilmu makanan tidak kalah pentingnya. Perbakan peternakan tidak saja terletak pada teknik seleksi, akan tetapi juga pada kesehatan yang pada hakekatnya bersandar dari pemberian ransum makanan yang sempurna.  Tidak boleh dilupakan, bahwa sifat-sifat baik yang dikehendaki baru dapat diwujudkan sebaik mungkin apabila ternak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya baik mempertahankan hidup maupun untuk berproduksi, disamping pengaruh iklim dan pemeliharaa yang sebaik-baiknya, hewan memperlukan ransum yang sempurna(Lubis,1992).   
            Yang juga menjadi pokok penting bagi pemberian makanan ternak ialah, bahwa pada dasarnya orang yang memelihar adan atau menternakkan hewan, memandang hewannya tadi sebagai modal yang ditanam dalam bentuk hidup yang sewaktu-waktu akan membawa keuntungan yang besar baginya dengan mengeluarkan ongkos seminimal mungkin(Lubis,1992).
Tujuan Praktikum
            Tujuan praktikum ini adalah dapat mengetahui dan membuat bagaimana cara menyusun suatu formulasi ransum yang dapat memenuhi kebutuhan gizi ternak dengan biaya seminimal mungkin serta meningkatkan keuntungan semaksimal mungkin.
 TINJAUAN PUSTAKA
Keberhasilan usaha peternakan ditentukan oleh 3 faktor yang sama pentingnya yaitu, breeding ( pemulian biakan, bibit), feeding ( pakan) dan management ( tata laksana). Namun jika dilihat dari sisi biaya maka konstribusi pakan sangat lah besar yaitu sebesar 75 % dari  total biaya produksi(Tillman, 1997).
Pada umumnya pengertian pakan (feed) digunakan untuk hewan, sedangkan pangan ( food) untuk manusia. Berkaitan dengan pakan maka dihadapkan dengan masalah-masalah seperti kuantitatif, kualitatif , kontinuitas dan keseimbangan zat yang terkandung didalamnya(Tillman, 1997).
Bahan pakan adalah suatu yang dapat diberikan pada ternak ( baik bahan organik maupun non organik)yang sebagian maupun keseluruhannya dapat dicerna ternak tanpa mengganggu kesehatan ternak tersebut.
Bahan pakan sekurang-kurangnyamempunyai 3 fungsi/ peran yaitu ; a) peran sosial, b) peran psikologis,  dan c) peran fisiologis( Sutardi, 1980).
            Zat pakan ( zat makanan) adalah bagian pakan yang dapa dicerna, diserap dan bermanfaat bagi tubuh, yang secara umum dapat dibagi menjadi 6 yaitu, air, protein, karbohidrat, mineral, lemak dan vitamin. Adapun fungsinya antara lain ;
a). Air
·         pelarut zat pakan
·         pengangkut zat pakan
·         membantu kelancaran proses pernapasan, penyerapan dan pembangunan ampas metabolisme
·         memperlancar reaksi kimia dalam tubuh
·         pengatur suhu tubuh
·         membantu kelancaran kerja saraf dan pancaindra
·         sebagai bantalan yang melindungi organ dari guncangan/truma  dari luar
·         sebagai pelicin/ pelumas
b).  Mineral
·         memelihara kondisi ionik dalam tubuh ; memelihara kondisi ph dalam tubuh
·         memelihara tkanan osmotik dalam tubuh
·         menjaga kepekaan syaraf
·         mengatur transport zat pakan
·         mengatur permeabilitas membran sel
·         kofaktor enzim dan metabolisme tubuh
c) Protein
·         bahan pembangun dan pengganti sel tubuh yang rusak
·         bahan baku pembuatan enzim, hormon, antibodi,
·         menyediakan energi
d). Lemak
·         sumber energi
·         sumber air metabolik
·         insulatur
·         sebagai carieer vitamin dan asam lemak esensial
·         bahan baku pembentukan hormon steroid
e). Karbohidrat
·         sumber energi
·         pembakar lemak
·         memperkecil penggunaan protein sebagai energi
·         menambah cit rasa
·         memelihara kesehatam dan fungsi normal alat pencernaan
f). Vitamin
·         membantu pembentukan dan pemeliharaan jaringan epitel
·         memperlancar metabolisme energi
·         membantu pembentukkan ulang
·         antioksidan
·         membantu proses pembekuan darah( Sutardi, 1980).
            Ransum adalah campuran 2 atau lebih bahan pakan yang disusun untuk memenuhi kebutuhan ternak selama 24 jam.
            Secara umum telah dikenal pengertian bahan pakan berdasarkan asalnya ( nabati dan hewani), berdasarkan sifatnya ( hijauan dan konsentrat) dan berdasarkan zat gizinya (sumber protein, energi dan mineral).
            Namun secara internasional bahan pakan dibagi menjadi 8 kelas antara lain :
  • Pakan kasar (roughage), adalah bahan pakan yang banyak mengandung serat kasar ( > 18 % ) dan rendah energinya, misal; jerami padi, batang jagung, pucuk tebu) hijauan kering dll.
  • Hijauan segar ( green forage, pasture), contoh : rumput/ hijauan segar lainnya yang baru dipotong, adang rumput dll.
  • silase ( silage) adalah hijauan yang sengaja diawetkan melalui proses permentasi.
  • Sumber energi adalah bahan pakan yang banyak mengandung energi               ( kandungan energi > 2250 Kkal/kg), contoh ; butiran-butiran seperti jagung, sorghum, kedele, kacang dll. Umbi-umbian seperti ketela pohon, ketela rambat, kentang dll, minyak, lemak hewan (tallow), hasil samping industri pertanian   seperti bekatul,pollard, tetes dll.
  • Sumber protein adalah bahan pakan ang banyak mengandung protein               ( kandungan protein >20%), contoh dari sumber hewani seperti tepung ikan, daging, darah, susu skim dll , dari sumber nabati seperti kacang-kacangan/ leguminosa, bungkil dll
  • Sumber mineral, contoh : tepung tulang, kerang, kapur, dicaphos (dicalcium phospathe), tricaphos (tricalcium phospathe), garam dll.
  • Sumber Vitamin contoh; buah-buahan, hijaunan dll.
  • Bahan additive adalah bahan yang perlu ditambahkan dalam ransum dalam
jumlah relatif sedikit untuk melengkapi ransum, contoh vitamin mix                                ( PCARRD, 1987).
Prosesing pada bahan pakan sangat penting mempengaruhi, karena dapat memberikan keuntungan bahkan mengakibatkan kerugian, jika misalnya terjadi kerusakan fisik maupun kimiayang tidak dikehendaki. Beberapa contoh pressing bahan pakan seperti : Chopping (pemotogan ukuran), Drying (pengeringan), Grinding (penggilingan), Soaking (perendaman), Cooking (pemasakan), pelleting (pembuatan pellet), Crumbling (pembuatan crumble), Ensileng (pembuatan silase).
Dalam menyusun ransum terdapat beberapa cara yang umum digunakan oleh para peternak maupun perusahaan pakan dengan skala besar yaitu ; Metode Diagonal (pearson’s square), Metode coba-coba (Trial and Error), Metode Simultanneous dan linear programming

BAHAN DAN METODE
Alat dan Bahan
                                    Alat
             Alat  yang  digunakan dalam praktikum ini adalah toples atau tempat bahan pakan dan alat-alat tulis.
Bahan
                                    Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah dedak halus, jagung giling, tetes tebu (molasses), ampas tahu,  kacang kedelai, biji karet, tepung gandum, biji bunga matahari, kacang tanah, susu, mineral mix, kapur, sulfuma, tepung batu halus, tebung ubi kayu, biji kapuk, tepung daun pisang, tepung sagu, tetes tebu/molases, tepung ikan, tepung kepala udang, petai cina, tepung udang, tepung bekicot, starbio, isi rumen giling, garam, abu, urea, vitamin B kompleks IPI, vitamin C IPI, vitamin B kompleks IPI cair, vitamin A IPI, vitamin B12 IPI, vitamin vita chicks IPI, mineral bebek, mineral suplement, ampicilin, tetraxillin, dan top mix.
                                     
                                    Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan  pada pukul 14.25 WITA - selesai kamis 20 dan 27 Mei 2010. Bertempat di laboratorium nutrisi fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

                                    Prosedur kerja
Praktikum ini menggunakan metode coba-coba ( trail and error ) sehingga tahapannya sebagi berikut ;
  • Lihat tabel kebutuhan (“feeding standard”) zat pakan sesuai dengan tujuan beternak.
  • Lihat komposisi zat pakan.
  • Pertimbangkan faktor-faktor pembatas.
  • Pertimbangkan harga.
  • Susun ransumnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil

Tabel 1. Bahan pakan dan Klasifikasinya
Bahan Pakan
Klasifikasi
Warna
Bau
Tekstur
Tepung Sagu
Sumber energi
Putih
-
Sedikit kasar
Tepung ubi Kayu
Sumber energi
putih
-
Lembut
Tetes
Sumber energi
hitam
wangi
Kental
Biji kapuk
Sumber energi
kehitaman
kapuk
Biji
Tepung daun pisang
Sumber energi
coklat
pisang
Serbuk lembut
Petai Cina
Sumber Protein
Coklat kehitaman
-
biji
Tepung bekicot
Sumber protein
coklat
anyir
Kasar
Tepung ikan
Sumber protein
coklat
anyir
Kasar
Tepung udang
Sumber protein
coklat
anyir
Serbuk lembut
Tepung kepala udang
Sumber protein
Coklat muda
anyir
Serbuk kasar
Tepung batu halus
Sumber mineral
krim
-
kasar
Mineral mix
Sumber mineral
Coklat muda
menyengat
Bulat
kapur
Sumber mineral
putih
-
Agak kasar
sulfuna
additive
Abu-abu

Bulat keras
starbio
additive
coklat

Agak kasar
Isi rumen
additive
Coklat tua
anyir
Serbuk kasar
Tabel 2. Analisis Nutrisi Bahan Baku
No
Bahan Pakan
BK %
Protein %
Lemak %
Serat Kasar %
EM (Kkal/ kg
Harga (Rp)/kg
1
Dedak padi
89,6
15,9
9,1
8,4
2730
950
2
Bungkil kedelai
86
9
3,8
2,5
3430
1200
3
Jagung
77
5,4
0
0
1960
1200
4
Molases
85
41,7
3,5
6,5
2240
2500
5
Ampas tahu
16,2
23,7
10,1
23,6
2700
750
6
Mineral mix
90
0
0
0
0
21.000

Penyusunan bahan pakan menjadi formulasi ransum dengan menggunakan cara coba-coba ( Trial and Error ).
Tabel 3. Perhitungan nilai Protein Pada Ransum
      bahan pakan
Jumlah(kg )
% BK
KgBk
% Protein
KgProtein
Dedak padi
60
0,896
53.76
0,159
9.54
Bungkil kedelai
15
0,860
12.9
0.09
1.35
Jagung
15
0,770
11.55
0,54
8.1
Molases
2
0,850
1.7
0,417
0.834
Ampas tahu
7,5
0,162
1.21
0,237
1.7775
Mineral mix
0,5
0,900
0.45
0
0
Jumlah
100

81.57

21.6015


Persentasi Protein = Kg Protein X 100%
                                            Kg Bk
                                      = 21.6015 X 100%
                                            81.57
                                     = 26,48 %

Tabel 4. Perhitungan nilai Lemak Pada Ransum
Bahan pakan
Jumlah(kg )
% BK
KgBk
% lemak
Kglemak
Dedak padi
60
0,896
53.76
0.091
5.46
Bungkil kedelai
15
0,860
12.9
0.038
0.57
Jagung
15
0,770
11.55
0
0
Molases
2
0,850
1.7
0.035
0.07
Ampas tahu
7,5
0,162
1.21
0.101
0.7575
Mineral mix
0,5
0,900
0.45
0
0
Jumlah
100

81.57

6.86

Persentasi Lemak = Kg lemak X 100%
                                            Kg Bk

                                      = 6,86 X 100%
                                            81.57
   = 8,4 %



Tabel 5. Perhitungan nilai Serat Kasar Pada Ransum
Bahan pakan
Jumlah(kg )
% BK
KgBk
SK %
Kgsk
Dedak padi
60
0,896
53.76
0.084
5.04
Bungkil kedelai
15
0,860
12.9
0.025
0.375
Jagung
15
0,770
11.55
0
0
Molases
2
0,850
1.7
0.065
0.13
Ampas tahu
7,5
0,162
1.21
0.236
1.77
Mineral mix
0,5
0,900
0.45
0
0
Jumlah
100

81.57

14.63


Persentasi Serat Kasar = Kg serat kasar X 100%
                                                      Kg Bk

                                              = 14.63 X 100%
                                                   81.57

                                             = 18 %





Tabel 6. Perhitungan Biaya

Bahan pakan
Jumlah(kg )
Harga Rp/kg
Biaya (Rp)
Dedak padi
60
950
57000
Bungkil kedelai
15
1200
37500
Jagung
15
1200
18000
Molases
2
2500
2400
Ampas tahu
7,5
750
5625
Mineral mix
0,5
21.000
10500
jumlah
100

131025

Harga ransum = total biaya 
                                     Jumlah
                                = Rp.131025
                                       100 kg
                                = 1310.25 Rp/Kg


PEMBAHASAN

Pada penyusunan Formulasi ransum ini di gunakan Metode coba-coba ( Trial and Error ), sehingga di perlukan percoban yang berkali-kali untuk menyempurnakan susunan ransum, sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi ternak tanpa melupakan aspek-aspek yang lain, berupa faktor-faktor pembatas terhadap pemberian suatu pakan pada ternak, atau maupun juga ditinjau dari segi ekonomisnya. Dalam penyusunan ini ransum dikatagorekan sebagai ransum all consetrat diet ( full consentrat).
Adapun dipilihnya jenis-jenis pakan diatas dikarenakan kebanyakan peternak memilih bahan-bahan tersebut mingkin karena ketersediaannya dan kemudahannya untuk di dapatkan. Adapun kandungan dalam pakan tersebut adalah :
1. Dedak padi
            Komposisi zat-zat makanannya dari gabah yang kering betul adalah , 10,7% air, 7,5 Protein, 62,0% bahan ekstrak tiada N, 10,0% serat kasar, 2,25 lemak%, 7,5% abu ( zat-zat Mineral ). Kadar protein yang dapat dicerna 5,7% . Pada umumnya semua butir-butir sebangsa padi mengandung banyak zat pati yang mudah dicerna, sedangkan kadar protein tidak sampai 10%, disamping itu dedak juga kaya akanvitamin B1,  akan tetapi miskin vitamin A dan D.
Penggunaan dedak pada penyusunan ransum ini adalah paling banyak yaitu sebesar 60 % dari total ransum yang di susun,  karena dedak merupakan sumber energi yang sangat besar nilainya, dan mempunyai harga yang lebih terjangkau, serta tidak adanya faktor pembatas tentang pemberian bahan ini pada ternak. Selain sebagai bagian dari bahan penyusun suatu ransum, dedak juga dapat diberikan kepada ternak tanpa tambahan bahan lain.
2. Bungkil Kedelai
            Bungkil-bungkilan adalah hasil ikutan prossing biji-bijian khususnya kacang-kacangan setelah diambil minyaknya yang tertinggal  adalah protein kasar, serat kasar beberapa pati dan mineral, serta protein kasar pada bungkil lebih tinggi. Bungkil kedelai merupakan bungkil yang terbaik diantara bungkil-bungkil yang lain karena mengandung AA glycine. Komposisi yang terdapat pada bungkil kedelai adalah
            Bk= 86 %        EE= 5,2%        PK= 46,7 %   
            Abu= 7,4%      SK= 7%          BETN= 33,7%
Dan protein yang dapat dicerna 36.3 %. Pembrian bungkil kedelai pada penyusunan ransum ini adalah sebanyak 15 %, ini disebabkan pada masa penggemukan protein tidak banyak diperlukan, tetapi tetap harus ada. Bungkil kedelai dipilih  karena bungkil kedelai mempunyai nilai gizi yang lumayan tinggi dan kenapa tidak menggunakan tepung ikan sebagai sumber protein adalah karena segi harga dan juga dari segi palatabilitas ternak itu sendiri.
3. Jagung  
            Dibandingkan dengan beras, jagung masih sedikit lebih tinggi kadar proteinnya. Susunan zat-zat makanan yang terkandung didaalamnya adalah, 13.5% air, 9.8 Protein, 68.8% bahan ekstrak tiada N, 2.7% serat kasar, 4.2 lemak%, 71.4% abu ( zat-zat Mineral ). Kadar protein yang dapat dicerna 7.1%. Jagung banyak mengandung Provitamin A, asam amino cystine, akan tetapi tidak mengandung lysine dan tryptophan. Pada penyusunan formulasi ransum ini jagung diberikan sebanyak 15% dari totol berat ransum karena jagung merupakan sumber energi sementara pada kasus ini formulasi ransum disusun untuk penggemukan ternak potong sehingga  diperlukan sumber energi yang banyak sehingga di cari sumber energi yang lebih besar ataupun sama besar tetapi dengan harga yang lebih rendah di banding jangung. Selain itu pemberian pakan jagung yang terlalu banyak dapat mengakibatkan karkas menjadi lembek. 
4. Ampas tahu
            Ampas tahu merupakan sisa dari pembuatan tahu yang dibuat dari kacang kedelai, ampas tahu dapat diberikan kepada ternak besar maupun kecil. Ampas tahu mengandung 80% air . komposisi zat-zat makanan yang terdapat didalamnyaadalah protein 5%, 5,8% BTEN, 3,5% serat kasar, 1,2 % lemak, dan abu 0,8% dengan kadar protein yang dapat dicerna 22,3%. Dalam penyusunan ransum ampas tahu diberikan sebanyak 7,5% dari total berat ransum. Ini di sebabkan pemberian ampas tahu yang terlalu banyak pada ternak dapat mengakibatkan perdagian menjadi lunak.
5. Molases
            Merupakan hasil sisa dari pengolahan pabrik gula, bahan ini banyak mengandung zat-zat protein akan tetapi miskin akan zat-za- hidra arang yang mudah dapat dicerna.  Molases mudah menjadi asam dan jika demikan bahan ini tidak dapat digunakan lagi.
Adapun kandungan zat-zat makanan yang terdapat pada molases adalah 20,3% air, 1,3 % Protein, 74.9% BTEN, Bahan ekstrak 0%, serat kasar )0,0%, lemak 0,0% dan abu 3,5 % sedang kadar protein  yang dapat dicerna adalah 0,4%. Pada penyusunan ransum ini molases diberikan sebanyak 2 % dari berat pakan. Dikarenakan protein yang dapat dicerna hanya sedikit sekali, dan bila di berikan terlalu banyak pada ternak akan mengakibatkan ternak menjadi mencret/ diare.
6. Mineral Mix
            Merupakan gabungan atau pun campuran dari berbagai mineral dan vitamin yang berfungsi sebagai pelengkap nilai gizi pada formulasi ransum. Penggunaanya pada ransum hanya diberikan sedikit saja karena hanya sebagai pelengkap saja dan harganya yang tinggi.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
    1. Bahan pakan adalah suatu yang dapat diberikan pada ternak ( baik bahan organik maupun non organik)yang sebagian maupun keseluruhannya dapat dicerna ternak tanpa mengganggu kesehatan ternak
    2. Zat pakan ( zat makanan) adalah bagian pakan yang dapa dicerna, diserap dan bermanfaat bagi tubuh, yang secara umum dapat dibagi menjadi 6 yaitu, air, protein, karbohidrat, mineral, lemak dan vitamin
    3. Namun secara internasional bahan pakan dibagi menjadi 8 kelas antara lain : Pakan kasar (roughage), Hijauan segar ( green forage, pasture), silase ( silage), Sumber energi, Sumber protein, Sumber mineral, Bahan additive, Sumber Vitamin
4. Dalam menyusun ransum terdapat beberapa cara , yaitu :
·         Metode Diagonal ( pearson’s square)
·         Metode coba-coba ( Trial and Error )
·         Metode Simultanneous
·         linear programming
                                                                                        
Saran
            Agar diperoleh hasil seperti yang diinginkan, maka dibutuhkan ketelitian,  serta kesabaran dalam menyusun formulasi ransum apalagi bila menggunakan metode coba-coba ( Trial and Error ), serta diperlukan pengetahuan lain yang berkaitan dengan hal ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar